Pembinaan dan Kebiasaan Baik

Pembinaan dan Kebiasaan Baik

Setiap insan manusia memiliki perilaku dalam kehidupan sehari – hari. Perilaku ini dimulai dari memperoleh informasi kemudian diolah oleh akal kemudian dipraktikkan dalam perbuatan. Konon perbuatan dan kebiasaan diwarnai pembiasaan semenjak dini kemudian dipengaruhi pula oleh lingkungan terdekat.

Berbuat Baik dalam Kehidupan

Pembinaan akan memberikan peran penting dalam proses perkembangan seorang anak, terlebih lagi perkembangan sikap dan perilaku. Untuk itu, sangatlah penting pembinaan bagi anak-anak yang diperlukan sejak usianya masih dini untuk memberikan arahan dan petunjuk orientasi hidupnya (Nata, A, 2009).

Al Qur’an surat Al-Baqarah: 195

وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah: 195).

Al Qur’an surat An-Nisa: 36 menjelaskan bahwa orang tua, saudara dan kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga dan teman serta ibnu sabil juga hamba sahaya adalah lebih utama untuk diperlakukan dengan baik.

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,” (QS Ani-Nisa : 36)

Pembiasaan Baik Dimulai Darimana

Pengasuhan tentu memberikan peranan penting menanamkan pembiasaan baik tersebut. Konteks pembiasaan baik di dalam lembaga tentu bisa dipandu oleh pengasuh serta panduan yang telah disediakan berupa kedisiplinan seperti menaati ketentuan yang telah dibuat, melaksanakan ibadah secara tepat waktu dan istiqomah di dalamnya. Adanya interaksi positif dan kerjasama mengingatkan dalam kebaikan menjadi instumen penting tentunya.

Bentuk Pembinaan dan Kebiasaan Baik

Ada beberapa kegiatan pembinaan dan kebiasaan baik seperti penanaman akidah Islam secara tepat, pembinaan ibadah sesuai paduan dan tuntunan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, maupun pembinaan akhlaq yang baik.

Mari berdampak dalam kehidupan dan lingkungan dengan pembinaan dan kebiasaan yang baik. Ajak dan saling mengingatkan serta senantiasa semangat untuk terus refleksi kebiasaan baik yang telah dicontohkan.

Komunikasi dan Disiplin

Komunikasi dan Disiplin

Komunikasi dan Disiplin menjadi bagian penting dalam berinteraksi manusia satu dengan lain. Komunikasi merupakan interaksi antara individu satu dengan individu lain, kelompok dan semacamnya. Komunikasi diperlukan untuk menyampaikan pesan yang dimaksud. Komunikasi yang baik tentu menjadi tolak ukur bahwa pesan diterima oleh komunikan benar sesuai harapan yang diinginkan.

Komunikasi Anak

Interaksi pada anak memiliki karakteristik dan keunikan pola dialog yang dilakukan oleh mereka. Terkadang komunikasi yang terjadi bisa saling menunjang apabila satu dengan lainnya memiliki kebutuhan dan tujuan yang sama atau dalam hal tertentu komunikasi tersebut perlu diarahkan oleh pembimbing, pendamping yang memiliki kompetensi mengarahkan dengan baik.

Memahami Konsep Disiplin

Menurut Hurlock bahwa konsep dari disiplin adalah sama dengan hukuman. Menurut konsep ini, disiplin digunakan hanya bila anak melanggar peraturan dan perintah yang diberikan oleh orang tua, guru, atau orang dewasa lain yang berwewenang mengatur kehidupan bermasyarakat, tempat anak tinggal. Kata disiplin berasal dari bahasa Latin – disciplina – berarti mengajar yang mengandung pengertian positif dan membangun. Disiplin dan hukuman adalah dua hal yang berbeda. Disiplin merupakan suatu proses untuk melatih pikiran dan karakter untuk menghasilkan kontrol diri, sedangkan hukuman adalah untuk menyebabkan rasa sakit dantidak nyaman akibat perilaku yang salah. Hukuman merupakan bagian dari disiplin.

Komunikasi dan disiplin keduanya dapat beriringan positif dalam suatu lembaga untuk menunjang praktik keseimbangan antara IQ, SQ maupun EQ anak. Sebagaimana dalam Qur’an Al Maidah ayat 2 terdapat pesan komunikasi dan disiplin positif dalam praktik saling mengingatkan saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan di dalamnya.

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ ۝٢

Artinya; “Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.”

Mari selama menjalankan interaksi dengan sesama, bangunlah komunikasi dan disiplin positif sehingga berdampak pada sekitar. Barokallah.

Moch Ferry Dwi Cahyono, pekerja sosial (peksos) tersertifikasi

Copyright © 2026 mcclksaperharsia.org