
Asesmen sebagai salah satu teknik yang digunakan pekerja sosial menghimpun sumber informasi untuk melakukan intervensi sosial dalam peerjaan sosial. Hal penting yang seringkali disiapkan dan dipraktekkan dalam pendampingi klien atau penerima manfaat.
Asesmen merupakan rentang yang luas dan termasuk penilaian mengenai potensi, kebutuhan dan jaringan sosial klien yang menentukan cakupan dan beratnya masalah (Ridley, Li & Hill, 1998).
Pekerja sosial dituntut memiliki keterampilan dalam memilah data mulai dari hasil wawancara sampai kepada kompilasi data, tujuannya agar ada kesesuaian data yang dibutuhkan untuk melakukan asesmen masalah (Coulshed & Orme, 1998).
Dalam asesmen pekerja sosial harus lebih fokus pada diri klien secara keseluruhan dan faktor-faktor lainnya yang relevan (sheafor & horejsi, 2003) seperti kemauan atau kehendak klien, keluarga, sosial, komunitas, spiritual, emosional, intelektual, pekerjaan,ekonomi, fisik.
Pekerja sosial melibatkan diri dalam menyesuaikan antara kebutuhan klien dengan sumber (formal dan informal) yang tersedia (Hepworth & Larsen, 1990).
Dalam laporan asesmen terdapat dua jenis informasi:
1) data sosial, mengandung fakta dan observasi; dan
2) interpretasi pekerja sosial terhadap data tersebut
Sebuah laporan asesmen yang baik terdapat beberapa karakteristik, yaitu pendek/ singkat, jelas dan sederhana, manfaat, organisasi, kerahasian dan hak klien, obyektif, relevansi, fokus pada potensi klien
Daftar Pustaka
Compton, R. B, & Galaway, B. (1999). Social Work Processes. 6th edition. California: Brooks/Cole Publishing Company. Coulshed, V. & Orme, J, (1998).
Social Work Practice An Introduction. 3rd ed. London: Macmillan Press, LTD. Hepworth, H. D. & Larsen, J.A, (1990). Direct Social Work Practice Theory and Skills. 3rd ed. California:Wadsworth Publishing Company
Sheafor, W. B. & Horejsi, C.R. (2003). Techniques and Guidelines for Social Work Practice. 6th edition. Boston: Pearson Education, Inc.





