Komunikasi dan Disiplin

Komunikasi dan Disiplin

Komunikasi dan Disiplin menjadi bagian penting dalam berinteraksi manusia satu dengan lain. Komunikasi merupakan interaksi antara individu satu dengan individu lain, kelompok dan semacamnya. Komunikasi diperlukan untuk menyampaikan pesan yang dimaksud. Komunikasi yang baik tentu menjadi tolak ukur bahwa pesan diterima oleh komunikan benar sesuai harapan yang diinginkan.

Komunikasi Anak

Interaksi pada anak memiliki karakteristik dan keunikan pola dialog yang dilakukan oleh mereka. Terkadang komunikasi yang terjadi bisa saling menunjang apabila satu dengan lainnya memiliki kebutuhan dan tujuan yang sama atau dalam hal tertentu komunikasi tersebut perlu diarahkan oleh pembimbing, pendamping yang memiliki kompetensi mengarahkan dengan baik.

Memahami Konsep Disiplin

Menurut Hurlock bahwa konsep dari disiplin adalah sama dengan hukuman. Menurut konsep ini, disiplin digunakan hanya bila anak melanggar peraturan dan perintah yang diberikan oleh orang tua, guru, atau orang dewasa lain yang berwewenang mengatur kehidupan bermasyarakat, tempat anak tinggal. Kata disiplin berasal dari bahasa Latin – disciplina – berarti mengajar yang mengandung pengertian positif dan membangun. Disiplin dan hukuman adalah dua hal yang berbeda. Disiplin merupakan suatu proses untuk melatih pikiran dan karakter untuk menghasilkan kontrol diri, sedangkan hukuman adalah untuk menyebabkan rasa sakit dantidak nyaman akibat perilaku yang salah. Hukuman merupakan bagian dari disiplin.

Komunikasi dan disiplin keduanya dapat beriringan positif dalam suatu lembaga untuk menunjang praktik keseimbangan antara IQ, SQ maupun EQ anak. Sebagaimana dalam Qur’an Al Maidah ayat 2 terdapat pesan komunikasi dan disiplin positif dalam praktik saling mengingatkan saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan di dalamnya.

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ ۝٢

Artinya; “Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.”

Mari selama menjalankan interaksi dengan sesama, bangunlah komunikasi dan disiplin positif sehingga berdampak pada sekitar. Barokallah.

Moch Ferry Dwi Cahyono, pekerja sosial (peksos) tersertifikasi

Copyright © 2026 mcclksaperharsia.org